Ihtikor Dan Ghurur
Manusia adalah makhluk yang unik dan menakjubkan dimana terkumpul kelebihan dalam dirinya dan juga kekurangan dalam dirinya. Lihat saja kelebihannya, manusia lebih kuat dari makhluk dimuka bumi ini, bagimana bisa terbang di angkasa, menyelam di laut, menempuh jarak yang jauh dengan waktu sedikit, menyulap padang pasir jadi hijau dan rimbun.
Di sisi lain manusia juga mempunyai kekurangan dan lemah. Dimana manusia tidak mampu melawan duri yang kecil, merasa terganggu dengan lalat liar, membunuh jiwa yang tak berdosa, tidak mampu melawan bisikan setan kepada kejahatan.
Dalam kekuatan dan kekurangan, Allah telah menciptakan sebagai ayat (tanda) kebesaranNya. Dapat menciptakan manusia yang unik, dalam surat Az Zariat: 20-21 disebutkan " Dan di bumi itu terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu senidiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?".
Bagi insan berakal maka sudah barang tentu tidak melupakan sisi kelemahan dan kekuatan. Jangan sampai terlena dengan kekuatan yang di miliki sehingga mengira bahwa dirinyalah yang mulia, membawa kepada ketinggian hati. Juga jangan sampai pada posisi menganggap dirinya lemah dan tidak berdaya, menghina diri sendiri. Menghilangkan rasa kemampuan dan kemulian diri.
Apabila sebuah umat terlepas dari dua penyakit maka sudah di pastikan masyarakat itu baik dan bersih. Dua penyakit itu adalah :
a.Ghurur : individu dari umat itu saling menghina dan merendahkan lainnya. Seakan dia sendirilah yang paling hebat. Seakan dirinya lebih berilmu dari pada ilmuan, dirinya paling tahu segala hukum dari pada pakar hukum, tahu banyak politik dari pada pakar politik.
b. Ihtikor: terkumpul pada diri orang ini penyakit kejiwaan, emosional, hilangnya kemauan, hilangnya cita-cita, tidak percaya diri sendiri dan umat, tidak melihat dirinya mampu untuk mengerjakan sesuatu.
Islam mengajarkan kita untuk menjauhi penyakit ini, serta menjauhi akhlak seperti diatas. Mengajurkan kepada kita untuk mengingat kekuasaan Allah atas segalanya bagi mereka yang ghurur. Nikmat Allah yang diberikan kepada kita baik itu harta, jabatan, ilmu dan kemuliaan. Renungi firman Allah :
An Nahl : 53 "Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allahlah (datangnya) dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada Nyalah kamu meminta pertolongan".
Yusuf : 76 "Dan diatas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui".
Dengan ini Islam menjauhkan sifat ghurur dari muslim. Jika benar seorang muslim, maka dia tidak akan menghina kemuliaan yang telah diberikan kepadanya dan kenikmatan yang tiada taranya.
Adab Islam dalam mengajarkan percaya diri dan menjauhi dari kehinaan, sebagaimana tertera dalam Al Quran :
Al Imran: 110 "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia"
Al Imran: 139 " Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman".
Dalam hadist nabi " janganlah kalian menghina diri sendiri" HR.Ibnu Majah
" Janganlah kalian seperti Immaah, berkata jika manusia itu dalam kebaikan aku akan baik, jika manusia dalam keburukan aku akan buruk, akan tetapi jadilah, jika manusia itu baik aku baik, jika manusia dalam keburukan maka aku akan tinggalkan keburukan itu". HR. Tirmidzi
Beginilah Islam mengajar untuk percaya diri sendiri, kepercayaan yang tidak kepada ghurur. Demikian juga muslim dalam sejarah Islam tidak pernah melihat dirinya itu lebih rendah dari pada raja atau penguasa, dalam menasehati kebenaran.
Wahai muslimin sekalian, janganlah meletakkan dirimu diatas kemampuan yang ada sehingga melahirkan ghurur dan tertipu. Juga jangan menurunkan nilai harga diri yang sudah ada padahal dirimu mampu untuk berbuat hingga nanti jangan terjerembab pada kehinaan dan kekerdilan.
Posisikanlah diri kita pada haknya masing-masing dan porsinya. Akan tetapi lihatlah selalu diri kita akan kelebihan dan kekurangan yang ada. Bila mendapatkan kelebihan dari dirimu, maka itu merupakan kemulian yang Allah berikan, mintalah kepada Allah agar ditambahkan, berbuatlah sesuatu bagi orang lain agar bermanfaat. "Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain". Begitulah sabda rasulullah.
Jika mendapatkan didiri kita kekurangan, maka ketahui dan bimbinglah dengan tarbiyah (pendidikan). Obati dengan pengobatan intensif, sehingga tidak terjatuh kepada rasa putus asa berkepanjangan dan terpeleset kepada kerusakkan.
Wahai saudaraku, kita bukanlah umat yang mempunyai jumlah kehinaan…akan tetapi kita adalah umat mempunyai kemulian yang sangat besar… apabila kita hidup sesuai dengan jalan hidup Allah. Kita mampu dan bisa untuk menjadi anak-anak kemulian hidup.
Al Qashas : 5 "Dan kami hendak memberikan karunia kepada orang-orang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)".

0 Comments:
Post a Comment
<< Home