Allah Cemburu Kepada Hambanya
Dari Abu Hurairah ra nabi saw beliau bersabda : "Sesungguhnya Allah ta'ala itu cemburu, dan cemburunya Allah ta'ala yaitu apabila seseorang yang melakukan perbuatan-perbuatan yang di haramkan oleh Allah". HR Bukhari dan Muslim.
Ada hal yang seharusnya kita sebagai hamba Allah mengetahui mana yang disukai olehNya dan apa yang tidak disukainya. Mana saja amalan yang dengannya mampu meninggikan ketaqwaannya dan apa saja perbuatan yang dapat menghinakan diri kita di hadapan Allah.
Masalahnya adalah mampukah kita untuk konsisten di jalan Allah? yakinkah kita bahwa segala perbuatan yang kita lakukan itu mampu menyelematkan kita dari kehinaan dan kemurkaan Allah? Sampai dimana kesadaran untuk melakukan segala amal ibadah tanpa didasari rasa keterpaksaan?
Zaman Rasul dan para sahabat ada kebiasaan-kebiasaan yang sarat dengan antusias dilakukan oleh mereka. Kebiasaan baik mereka lakukan sudah terbiasa tanpa ada paksaan, dilakukan dengan senang hati. Sungguh mereka berlomba-lomba dalam kebaikan dalam rangka menggapai cinta Allah. Maka tidak heran kalau mereka selalu saja mempersembahkan yang terbaik buat Allah dan sesama muslim.
Kebiasaan yang baik selalu dipelihara dan terlestarikan, seperti :
a. Sholat berjamaah, para sahabat tidak ada yang bertentangan mengenai kebiasaan ini, kecuali orang munafiq atau sakit karena udzur. Akan tetapi manusia banyak yang melupakan dan enggan untuk sholat berjamaah. Bahkan tidak sedikit manusia yang hidup dizaman modern ini tidak melaksanakan sholat, meninggalkan sholat sudah hal biasa. Terlebih-lebih sholat berjamaah, lebih suka sholat sendiri dibandingkan berjamaah. Ada juga manusia yang sholatnya selalu mepet waktunya, pelit sekali untuk beribadah kepada Allah. Sholat zuhur dekat ke ashat, subuh dekat ke duha. Sementara kebiasaan menunda sholat hingga waktu sedikit lagi habis, tidak sholat berjamaah, meninggalkan sholat di zaman rasul dan para sahabat merupakan kerugian yang terbesar, hingga pada derajat termasuk hal-hal yang merusak agama.
b. Berbuat curang, pada zaman nabi disabdakan "من غش فليس مني" Barang siapa yang berbuat curang bukan dari kami (umat Nabi Muhammad)".
Pada masa kini, orang mempunyai ketrampilan khusus dalam berdagang. Mereka yang ahli dan profesional, tidak mau berterus terang kepada mereka yang tidak mempunyai ilmunya. Bahkan mereka merasa pintar dengan kecurangannya, mengelabui orang yang tidak tahu kemudian dijual barangnya sehingga cacat barang tersebut tidak di ketahui. itulah salah satu ketrampilan khusus yang dimiliki para pedagang profesional yang mengakui dirinya pintar dengan mengelabuhi pembeli.
c. Berbuat bohong, adalah hal yang merusak agama pada zaman rasul. Sementara insan masa kini kerap kali dengan bohong. Membiasakan diri untuk berbohong, yang ironisnya lagi mereka merasa tenang dengan perbuatannya. Rasul bersabda:
Ada hal yang seharusnya kita sebagai hamba Allah mengetahui mana yang disukai olehNya dan apa yang tidak disukainya. Mana saja amalan yang dengannya mampu meninggikan ketaqwaannya dan apa saja perbuatan yang dapat menghinakan diri kita di hadapan Allah.
Masalahnya adalah mampukah kita untuk konsisten di jalan Allah? yakinkah kita bahwa segala perbuatan yang kita lakukan itu mampu menyelematkan kita dari kehinaan dan kemurkaan Allah? Sampai dimana kesadaran untuk melakukan segala amal ibadah tanpa didasari rasa keterpaksaan?
Zaman Rasul dan para sahabat ada kebiasaan-kebiasaan yang sarat dengan antusias dilakukan oleh mereka. Kebiasaan baik mereka lakukan sudah terbiasa tanpa ada paksaan, dilakukan dengan senang hati. Sungguh mereka berlomba-lomba dalam kebaikan dalam rangka menggapai cinta Allah. Maka tidak heran kalau mereka selalu saja mempersembahkan yang terbaik buat Allah dan sesama muslim.
Kebiasaan yang baik selalu dipelihara dan terlestarikan, seperti :
a. Sholat berjamaah, para sahabat tidak ada yang bertentangan mengenai kebiasaan ini, kecuali orang munafiq atau sakit karena udzur. Akan tetapi manusia banyak yang melupakan dan enggan untuk sholat berjamaah. Bahkan tidak sedikit manusia yang hidup dizaman modern ini tidak melaksanakan sholat, meninggalkan sholat sudah hal biasa. Terlebih-lebih sholat berjamaah, lebih suka sholat sendiri dibandingkan berjamaah. Ada juga manusia yang sholatnya selalu mepet waktunya, pelit sekali untuk beribadah kepada Allah. Sholat zuhur dekat ke ashat, subuh dekat ke duha. Sementara kebiasaan menunda sholat hingga waktu sedikit lagi habis, tidak sholat berjamaah, meninggalkan sholat di zaman rasul dan para sahabat merupakan kerugian yang terbesar, hingga pada derajat termasuk hal-hal yang merusak agama.
b. Berbuat curang, pada zaman nabi disabdakan "من غش فليس مني" Barang siapa yang berbuat curang bukan dari kami (umat Nabi Muhammad)".
Pada masa kini, orang mempunyai ketrampilan khusus dalam berdagang. Mereka yang ahli dan profesional, tidak mau berterus terang kepada mereka yang tidak mempunyai ilmunya. Bahkan mereka merasa pintar dengan kecurangannya, mengelabui orang yang tidak tahu kemudian dijual barangnya sehingga cacat barang tersebut tidak di ketahui. itulah salah satu ketrampilan khusus yang dimiliki para pedagang profesional yang mengakui dirinya pintar dengan mengelabuhi pembeli.
c. Berbuat bohong, adalah hal yang merusak agama pada zaman rasul. Sementara insan masa kini kerap kali dengan bohong. Membiasakan diri untuk berbohong, yang ironisnya lagi mereka merasa tenang dengan perbuatannya. Rasul bersabda:
"لا يزال الرجل يكذب و يتحري الكذب حت يكتب عند الله كذابا"
"Seseorang tetap dikatakan sebagai pembohong hingga Allah menulisnya pembohong".
Berbohong untuk menghasilkan apa yang diinginkan bagi sebagian orang syah-syah saja. Malahan bangga ketika kebohongannya itu berhasil dan dia menjadi terkenal. atau mereka yang memberikan kesaksian di pengadilan, dengan kebohongannya dia senang dapat menjebloskan lawannya kedalam penjara. Ada juga yang mampu berbuat bohong kepada rekan kerjanya dalam menggolkan proyek-proyek, sampai teganya memfitnah bahkan hingga dia terpuruk barulah merasa puas.
Rasul bersabda "محارمه" atau hal-hal yang dilarang oleh Allah.
Berbicara tentang cemburunya Allah kepada insanya bila berbuat maksiat. Cemburu merupakan sifat yang benar-benar tetap bagi Allah, namun sifat cemburu tidak sama dengan manusia. Lebih menyukai kepada hal-hal yang telah di halalkan dan tidak menyukai hal diharamkan olehNya.
Apa yang telah di wajibkan bagi hambanya adalah terbaik bagi mereka, baik di dunia ataupun di akhirat. Masa kini ataupun
yang akan datang, semua telah di prediksikan oleh Allah dan telah di ciptakan begitu sempurna.
Apabila Allah melarang hambanya terhadap sesuatu yang diharamkan, sesungguhnya Allah cemburu ketika mereka melakukan kemaksiatan yang jelas telah di larang. Bagaimana bisa manusia melakukan kemaksiatan yang Allah telah melarangnya, Allah melarang bukan lain adalah untuk kemaslahatan hambanya, bukan karena Allah membenci dan zholim. Ketahui bahwa tidaklah merugikan Allah terhadap kemaksiatan yang hamba lakukan.

3 Comments:
Keep up the good work » » »
What a great site »
I have been looking for sites like this for a long time. Thank you! »
Post a Comment
<< Home